reaksi reduksi dan oksidasi senyawa organik dalam kaitannya dengan pembuatan dan modifikasi gugus fungsi obat:
Reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) memainkan peran penting dalam sintesis senyawa organik termasuk obat-obatan. Reaksi redoks melibatkan perpindahan elektron dari satu spesies kimia (reduktor) ke spesies lainnya (oksidator).
Beberapa contoh reaksi redoks dalam sintesis obat:
Reduksi gugus karbonil (aldehida, keton) menjadi gugus alkohol
Reduksi gugus nitro menjadi gugus amina
Oksidasi gugus alkohol menjadi gugus karbonil
Oksidasi gugus alkil menjadi gugus karboksilat
Reaksi redoks memungkinkan modifikasi berbagai gugus fungsi dalam senyawa organik sehingga memungkinkan diversifikasi struktur obat. Misalnya, modifikasi gugus amina pada obat dapat mempengaruhi sifat pengikatan reseptor, absorpsi, dan metabolisme obat.
Agen pereduksi dan pengoksidasi yang umum digunakan dalam sintesis obat antara lain: natrium borohidrida, litium aluminium hidrida, mangan dioksida, kalium permanganat, kromium trioksida.
Prasyarat utama reaksi redoks dalam sintesis obat:
Selektivitas tinggi - hanya gugus target yang bereaksi
Hasil tinggi
Tidak menghasilkan produk samping berbahaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar